Pahami 4 Hal Penting Tentang Herd Immunity Yang Sedang Viral

Akhir-akhir ini, langkah pemerintah terbaru sering dikaitkan dengan strategi herd immunity. Diawali dengan diaktifkannya kembali akses transportasi hingga diperbolehkannya warga di bawah usia 45 tahun untuk kembali beraktivitas. Banyak pro dan kontra mengenai strategi penanganan Covid-19 berbasis herd immunity ini. Lalu sebenarnya apa itu herd immunity?

baca juga : Pemantauan COVID-19

Definisi Dari Herd Immunity

Ilustrasi Herd Immunity | Sumber: Liputan6.com

Pasti diantara kalian ada yang bingung dengan istilah ini. Sebenarnya herd immunity bukanlah hal baru dalam dunia medis. Herd immunity (kekebalan populasi/kelompok) adalah strategi penanganan infeksi ketika sebagian besar populasi telah memiliki kekebalan terhadap infeksi tersebut.

Ada dua jenis pelaksanaan herd immunity tersebut, yaitu menggunakan vaksin dan yang terjadi secara alami. Vaksin yang tepat akan menguatkan individu dari infeksi penyakit tertentu. Contohnya adalah vaksin polio. Ketika individu terkena virus polio, imunnya akan lebih kuat melawannya. Sehingga dengan vaksin, individu tersebut tidak sampai timbul penyakit polio dan juga tidak menyebarkannya ke orang lain.

Kemudian cara kerja herd immunity menggunakan vaksin adalah semakin banyak yang pakai, maka semakin sedikit orang yang akan terinfeksi. Hal ini nantinya akan menimbulkan kekebalan dalam suatu populasi.

Nah, berbeda dengan herd immunity secara alami. Individu tersebut harus terleih dahulu terinfeksi penyakit. Kemudian setelah sembuh, maka secara otomatis tubuh punya antibodi untuk melawannya. Jadi ketika virus tersebut kembali datang, individu tersebut tidak akan sakit lagi.

Selama Ini, Herd Immunity Dilakukan Dimana Aja Sih?

ILUSTRASI penyebaran virus corona secara global
ILUSTRASI penyebaran virus corona secara global | sumber

Di kala pandemi Covid-19 ini, banyak negara yang melakukan berbagai strategi untuk menanganinya. Ada yang menerapkan lockdown, rapid test, hingga herd immunity. Lantas dimana aja sih yang menerapkan herd immunity? Nih berikut adalah negaranya:

1. Swedia

Pemerintah mereka tidak membiarkan rakyatnya beraktivitas seperti biasa. Mereka pun tidak memberlakukan strategi lockdown seperti kebanyakan negara. Namun dampaknya, mereka kehilangan lebih dari 3500 nyawa.

2. Inggris

Dilansir dari laman Kompas.com, Perdana Menteri Inggris melakukan tindakan go-it-alone atau pembiaran terhadap wabah virus corona pada awal penyebaran. Namun setelah mendapat analisis baru tentang dampak virus corona di Italia, mereka segera menghapuskan strategi tersebut. Dalam analisis oleh ahli imunologi di Imperial College London dan London School of Hygiene and Tropical Medicine tersebut disebutkan 30 persen pasien dirawat di rumah sakit. Jumlah angka penelitian tersebut akan cepat membuat Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) kewalahan.

3. Belanda

Negara kincir angin ini pada awalnya mengikuti kebijakan Inggris, masyarakat boleh berkegiatan di luar ruangan. Berbagai tempat yang sering dikunjungi seperti sekolah, kantor, hingga tempat rekreasi tetap dibuka. Namun pada akhirnya pemerintah Belanda memberlakukan kebijakan lockdown pada negaranya.

Memangnya Efektif Herd Immunity Ini?

Ilustrasi herd immunity
Ilustrasi herd immunity | Sumber: Akurat.co

Dikarenakan belum ditemukannya vaksinasi Covid-19 maka herd immunity dengan menggunakan vaksinasi tidak memungkinkan. Sehingga opsi terakhir adalah herd immunity secara alami.

Namun pelaksanaan strategi ini terhadap pandemi Covid-19 sangat beresiko. Seperti yang dikutip dari Popmama.com, hal tersebut beresiko karena belum diketahui secara pasti terkait karakter virus dan prediksi evolusi dari virus ini. Bahkan hingga saat ini, virus ini berevolusi dengan cepat.

Ditambah imunitas yang didapatkan setelah mengidap penyakit ini tidaklah lama. Seperti contoh kasus pada pria berumur 70 tahun asal Jepang yang pada Febuari lalu dinyatakan sembuh, namun terjangkit kembali virus yang sama. Hal ini tentunya bertentangan dengan teori herd immunity.

Perlukah Indonesia Menerapkannya?

lawan corona virus
Ilustrasi Covid-19 di Indonesia | Sumber: Okezone News

Indonesia bisa saja menerapkan strategi ini guna menetralisasi penyebaran virus ini. Namun dilihat dari bukti ketidakberhasilan beberapa negara, kekurangan fakta dan data penelitian virus ini maka tidaklah bijak untuk mengadopsi strategi ini.

Ditambah adanya fakta bahwa perlu sekitar 70 hingga 80 persen penduduk yang terinfeksi dan sembuh agar herd immunity bisa bekerja. Seperti yang disebutkan oleh Pandu Riono, epidemiolog FKM UI yang dikutip dari Kompas.com

“Kalau memang ada pembiaran secara sistematik agar banyak masyarakat terinfeksi, ya bisa dianggap seperti itu. Tetapi, itu tidak mungkin karena herd immunity hanya terjadi bila lebih dari 70-80 persen penduduk indonesia terinfeksi dan punya imunitas yang berhasil hidup,” kata Pandu Riono.

Jika hal ini terjadi maka bisa dibayangkan seberapa keras usaha yang harus dibebankan kepada tenaga medis kita untuk menanganinya. Kemudian hal itu pun sama saja dengan pengorbanan nyawa masyarakat. Orang-orang yang memiliki penyakit bawaan yang menjadi kelompok rentan akan dikorbankan.

Sehingga langkah yang tepat untuk dilakukan pemerintah adalah menerapkan physical distancing secara ketat dan melakukan tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan pasien guna mengurangi penyebaran Covid-19.

Jadi begitulah kawan-kawan, insight tentang herd immunity. Bagaimana pendapatmu? Apakah kamu setuju dengan strategi herd immunity ini? Yuk tulis di kolom komentar.

sumber

2 Replies to “Pahami 4 Hal Penting Tentang Herd Immunity Yang Sedang Viral”

  1. Perlu evaluasi dan analisis yg lebih dalam. Diperlukan indikator indakor, kapan herd imunnity diterapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *