“Kebutuhan Vs Keinginan” Olahraga Sepeda Dimasa New Normal?

antri sepeda

akbara.ac.id, Surakarta – Kebutuhan dan keinginan merupakan sifat manusia yang mendasari untuk memilih, memutuskan dan mengkonsumsi suatu barang atau jasa. Segala aktifitas kegiatan manusia tersebut merupakan munculnya motif ekonomi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Banyak yang menyamakan presepsi antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Meningkatnya jumlah permintaan produk industri memudahkan masyarakat bersifat konsumtif dan materialistis.

Perilaku konsumtif ini menjadi kebiasaan semua masyarakat dari berbagai kelas sosial. Implikasi sikap konsumtif ini dapat membuat penghasilan masyarakat sebagian besar hanya untuk konsumsi, sehingga tidak ada nya tabungan investasi baik itu untuk dunia dan akhirat seperti zakat dan sebagainya.

Baca juga : Bosan Olahraga yang biasa, Coba Trail Running

Pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) tidak hanya menimbulkan krisis kesehatan secara global, namun juga memberikan dampak yang signifikan di sektor ekonomi.

Hal ini juga berdampak mempengaruhi aktfitas kebutuhan dan keinginan manusia dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kebutuhan dan keinginan manusia bisa secara jasmani maupun rohani.

Di kota Solo sendiri dan beberapa di kota-kota lain muncul trend dan aktifitas bersepeda, entah pagi maupun malam disepanjang jalan banyak orang melakukan aktifitas bersepeda, hal ini juga ditandai permintaan pembelian sepeda yang tinggi khususnya di kota Solo.

Bagaimana hal itu berdasarkan Kebutuhan dan Keinginan?

ilustrasi bersepeda | sumber https://www.radardepok.com/

Kebutuhan VS Keinginan

Kebutuhan manusia banyak dan beranekaragam, bahkan tidak hanya beraneka ragam tetapi bertambah terus tidak ada habisnya sejalan dengan perkembangan peradaban dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Rochmawan (2008:4).

Keinginan manusia dapat dibedakan kepada dua bentuk yaitu keinginan yang disertai kemampuan untuk membeli barang dan jasa yang diinginkan dan keinginan yang tidak disertai kemampuan untuk membeli barang dan jasa yang diinginkan, keinginan yang disertai kemampuan untuk membeli dinamakan permintaan efektif.

Kebutuhan dan keinginan manusi didasari dari orang motivasi dalam mengambil keputusan hal tersebut dapat dipengaruhi dari oleh dari internal (dalam diri) dan eksternal (Orang lain). Pada dasarnya perilaku konsumen dalam membeli dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu

  1. Pengaruh lingkungan,
  2. Perbedaan dan pengaruh individual, dan
  3. Proses psikologis.

Dalam pengambilan keputusan, konsumen juga dipengaruhi oleh: 1) budaya, 2) kelas sosial, 3) pengaruh pribadi, 4) keluarga, dan 5) situasi; keadaan yang mampu merubah tingkah laku seorang konsumen (Engel, 1995).

tabel karakteristik
Sumber : Sri Wahyuni 2013, Jurnal Akuntabel ; Volume 10  No. 1  Maret  2013

Kesimpulan

Kebutuhan adalah keinginan manusia terhadap suatu barang dan jasa dalam usahanya untuk mempertahankan kehidupannya dimana pemuasannya dapat bersifat jasmani dan rohani.

Keinginan merupakan suatu hal yang ingin kita miliki, namun apabila kita tidak berhasil mendapatkannya maka kelangsungan hidup kita sebagai manusia tidak akan terancam.

Artinya kebutuhan merupakan bersifat utama sedangkan keinginan bersifat tambahan atau pelengkap dari kebutuhan utama, hal ini bisa kita ilustrasikan sebagai berikut, Olahraga adalah kebutuhan jasmani pokok manusia, untuk menunjang aktivitas membutuhkan kesehatan.

Dalam kontek ini seseorang untuk menginginkan sehat dengan olahraga agar mendapatkan kesehatan yang tetap aman di masa pandemi yang masih berlangsung dengan memilih olah raga bersepeda dengan membeli sepeda yang merk dan harga yang sampai puluhan juta rupiah.

Padahal tanpa menggunakan merk dan harga yang puluhan juta rupah tersebut kebutuhannya untu sehat sudah terpenuhi ataupun bahkkan pemilihan olah raga untuk menjadi sehat luas tidak hanya bersepeda akan tetapi dari segi resiko penularan tidak berisiko terdampak covid 19.

Referensi

Gunawan, Rahmat (2017); “Kebutuhan manusia dalam pandangan kapitalis dan ekonomi Islam”. Jurnal Ilmu Syariah Al-Maslahah, Vol.13 No.1. Institut Agama Islam Negeri Pontianak.

Septiana, Aldila (2016); “Analisis Perilakku Konsumsi Dalam Islam” Jurnal DINAR Ekonomi Syariah Vol.1. No.1. Universitas Trunojoyo Madura.

Wahyuni, Sri (2013); “Teori Konsumsi Dan Produksi  Dalam Perspektif Ekonomi Islam”.Jurnal Akuntabel ; Volume 10  No. 1  Maret  2013. Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman

Andri Veno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *