AKBARA dan Persiapan dalam menghadapi situasi “New Normal”

tanngguh

akbara.ac.id, Surakarta – Seiring dengan merebaknya penularan Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, pemerintah memutuskan untuk menerapkan beberapa peraturan baru terkait dengan adanya wabah tersebut. Salah satu sektor yang mengalami dampak perubahan akibat wabah ini adalah sektor pendidikan dimana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim memutuskan untuk melakukan pembelajaran secara Daring atau pembelajaran Jarak jauh sejak diterbitkannya Surat Edaran No.4 Tahun 2020 pada 24 Maret 2020 lalu.

Selama kurang lebih dua bulan melakukan pembelajaran dengan metode baru, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi dosen dan mahasiswa mulai dari kendala jaringan, keterbatasan kouta hingga mempengaruhi terhambatnya proses Praktikum dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).  Kini, pemerintah telah beberapa kali mengisyaratkan tentang adanya “New Normal” atau kenormalan baru setelah adanya pandemi Covid-19.

Kita tahu penyebaran COVID sampai saat ini di Tanah Air memang belum semua provinsi di wilayah bisa dikendalikan. Oleh sebab itu, pembukaan baik itu pembukaan untuk tempat ibadah, pembukaan aktivitas ekonomi, pembukaan sekolah, semua melalui tahapan-tahapan yang ketat dengan melihat angka-angka kurva dari R0 maupun Rt-nya. Semuanya memakai data-data keilmuan yang ketat,” ujar Jokowi seusai meninjau Masjid Istiqlal, yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/6/2020)”

Baca juga : Update covid-19

New Normal sendiri merupakan sebuah keadaan baru dimana masyarakat dipaksa untuk membiasakan diri dengan keadaan baru seperti : Menggunakan masker, rajin mencuci tangan , menjaga jarak hingga menerapkan kebiasaan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Jokowi pun meminta protokol kesehatan yang ketat untuk terus diterapkan, sehingga tatanan normal baru akan dapat diterapkan ke semua sektor dan wilayah.”

Begitu juga dengan dunia pendidikan, adaptasi perencanaan New Normal telah dipersiapkan oleh AKBARA Surakarta dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dimulai dari mengaktifkan kembali kegiatan administrasi kampus secara perlahan dengan diawali kembali mengaktifkan staf kampus, melakukan rapat secara tatap muka dan mulai mempersiapkan rencana adanya kegiatan belajar belajar mengajar secara langsung, praktikum untuk mahasiswa dan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Baca Juga : Kampus Perlu Adaptasi Kebutuhan SDM di Era New Normal

Secara umum, kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan di rumah melalui daring, tetapi dalam beberapa keadaan tertentu jika terpaksa melakukan pertemuan tatap muka mahasiswa dan dosen harus tetap melakukan penerapan protokol kesehatan seperti diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan melakukan pertemuan sesingkat-singkatnya. Apabila terdapat mahasiswa yang merasa kurang sehat, mahasiswa dianjurkan untuk tidak bergabung dalam kegiatan tersebut. Selain itu, AKBARA Surakarta juga mulai malakukan perencanaan kegiatan praktikum dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) agar dapat tetap berjalan di Labilatorium dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat bagi mahasiswa.

Bagaimana Akbaris, sudah siapkah kalian dengan New Normal?

One Reply to “AKBARA dan Persiapan dalam menghadapi situasi “New Normal””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *