Peran Pemuda Dalam Proaktif Menangkal Hoaks COVID-19

stop hoaks

akbara.ac.id, Surakarta – Penyebaran kasus Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia hingga saat ini masih terus mengalami peningkatan. Data terakhir per 7 Juni 2020 yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia menunjukkan jumlah total kasus positif virus COVID-19 sebanyak 31.186 orang. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah terus mengupayakan berbagai langkah untuk menekan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Adapun langkah yang diambil diantaranya mulai dari penerapan aktivitas bekerja dan belajar di rumah, physical distancing maupun social distancing,tes cepat dalam rangka pengecekan COVID-19 pada tubuh seseorang dan langkah-langkah lainnya.

Baca Juga : Pentingnya PROMKES Pemeriksaan Jentik di masa COVID19

Saat ini Pemerintah Indonesia tidak hanya menekan penyebaran COVID-19 saja, namun juga menangkal penyebaran disinformasi dan beragam konten berita bohong (hoaks) terkait COVID-19. Sebelum membahas lebih jauh terkait disinformasi dan beragam konten berita bohong (hoaks),apa sih yang menjadi perbedaan mendasar diantara keduanya? Menurut Ombudsman Republik Indonesia (2020) menyatakan bahwa Disinformasi merupakan penyipangan informasi yang sama sekali tidak terdapat fakta/kebenaran yang dilakukan,dilakukan secara sengaja oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan, hoaks adalah suatu konten informasi tidak benar yang seakan-akan informasi tersebut benar menurut asumsi penerimanya.

Nah saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) mencatat bahwa persebaran isu hoaks pada berbagai platform digital sejak 23 Januari hingga 6 April 2020 sebanyak 1.096 (CNN Indonesia,2020). Hal tersebut menunjukkan kondisi yang memprihatinkan karena disinformasi dan hoaks dapat menimbulkan keresahan bahkan perselisihan antar individu atas perbedaan asumsi di tengah masyarakat serta kekacauan stabilitas social-politik dan ketertiban social pada level Negara. Oleh karena itu, perlu segera dilakukan upaya pencegahan sedini mungkin agar tidak memberikan dampak yang berbahaya bagi masyarakat luas.

Saat ini pemerintah melalui Kemkominfo telah melakukan berbagai upaya diantaranya bekerja sama dengan Polri dan penyedia layanan media social seperti whatsapp, facebook, instagram, dan media social lainnya untuk memerangi hoaks (Kemkominfo, 2020). Namun demikian, hingga saat ini masih banyak beredar disinformasi maupun berita hoaks terkait COVID-19. Disinilah pemuda generasi milenial memiliki peran besar untuk dapat melawan hoaks yang banyak bertebaran di media social. Hal  tersebut karena generasi pemuda memiliki keterampilan dan akses informasi yang jauh lebih mudah dan lebih kaya. Generasi muda saat ini sudah seharusnya untuk hanya menyebarkan berita yang baik dan bermanfaat saja, sedangkan berita yang sumbernya kurang terpercaya dan terindikasi bohong maka lebih baik berhenti pada kita sebagai generasi milenial dan menghimbau yang lain untuk berhenti dan tidak menyebarkan berita tersebut. Dengan demikian, generasi muda telah turut serta memberikan andil dalam membawa masyarakat menuju pada perubahan ke arah yang lebih baik dan menjaga kenyamanan masyarakat.

generasi muda

Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh generasi muda agar tidak percaya atau bahkan menjadi pelaku penyebar disinformasi dan hoaks diantaranya adalah (1) bijak dalam memanfaatkan internet untuk kegiatan yang sifatnya positif;(2) membudayakan membaca dengan teliti, runtut, dan menyeluruh; serta (3) jangan menyebarkan disinformasi dan hoaks. Perlu diketahui bahwa saat ini pemerintah telah mengeluarkan UU ITE Pasal 28 Ayat 1 yang dapat menjerat pelaku pembuat maupun penyebar hoaks. Nah dengan demikian generasi muda harus berhati-hati agar tidak terjerumus dalam upaya pembuatan maupun penyebaran hoaks. Generasi muda harus benar-benar menjadi penyaring informasi di tengah-tengah masyarakat. Di samping itu, generasi muda hanya memberikan informasi yang sudah jelas akuntabilitas dan kredibilitasnya. Berdasarkan pemaparan di atas dapat diketahui bahwa generasi muda sebagai agen perubahan dan pengendali social pada tataran masyarakat harus dapat berperan proaktif dalam memberikan suasana yang disiplin, tentram, dan aman di tengah merebaknya disinformasi hoaks terkait COVID – 19.

Baca Juga : update covid19

2 Replies to “Peran Pemuda Dalam Proaktif Menangkal Hoaks COVID-19”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *