Politeknik Akbara Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp 300 Juta Dari Belanda Untuk Merapi

CHARITY

Tanggal 20 Februari 2021 bertempat di Balai Desa Tamanagung, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Dalam rangka memperingati 100 tahun hari jadi Peterson Control Union bekerja sama dengan Politeknik Akbara Surakarta menyelenggarakan acara “Charity for Suistainability of Merapi Eruptions Preparedness”.

Dengan menyerahkan donasi sebesar 18.800 euro berupa bantuan peralatan untuk kesiapsiagaan Merapi yang berkelanjutan. Serta melakukan penguatan TEA (tempat evakuasi akhir) dan kesiapsiagaan masyarakat terdampak bencana gunung Merapi.

Kegiatan charity tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 5 TEA desa penyangga di kabupaten magelang, 1 desa terdampak, BPBD Kab. Magelang, PMI Kab.Magelang, PMI Kota Surakarta, Politeknik Akbara Surakarta.

Menurut Kepala Pusdalops BPBD Kab. Magelang, kegiatan ini merupakan bukti bahwa segitiga biru dalam penanggulangan bencana berjalan, yakni antara pemerintah, akademisi dan dunia usaha. Cindy Silvia Hadi selaku perwakilan dari Peterson Control Union juga menyebutkan bahwa kegiatan ini tercetus dari hasil dari kajian akademik salah satu dosen Politeknik Akbara Surakarta mengenai historis kejadian erupsi gunung Merapi.

Baca juga : Gugah Solidaritas Penyintas ke Pasien Covid-19, Wapres Resmi Canangkan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen

Bantuan yang diberikan antara lain adalah perlatan untuk mendukung penyintas disabilitas seperti kursi roda, walker, pispot duduk; peralatan untuk mendukung manajemen logistik seperti rak logistik, freezer, trolly/handtruck.

Peralatan untuk penanggulangan bencana lainnya seperti chainsaw, tandon air, kipas angin, lampu sorot, tandu lipat, sepeda motor bak roda tiga, handy talkie, genset, spayer, serta alat ibadah.

Menurut Panji Ardhana Respati selaku kepala program studi manajemen penanggulangan bencana politeknik akbara Surakarta, bantuan tersebut merupakan hasil dari penilaian yang dilakukan oleh tim prodi MPB politeknik akbara yang didasarkan oleh kajian akademik dalam manajemen penanggulangan bencana.

akbara dan Managing Director PT. PCU Indonesia Kris Van Den Keybus dan Jurrian Boer
Managing Director PT. PCU Indonesia Kris Van Den Keybus dan Jurrian Boer meninjau lokasi dan berinteraksi langsung dengan warga terdampak bencana erupsi Merapi di Desa Ngargomulyo, Kecamatan Magelang

Setelah Acara di TEA Tamanagung, kegiatan dilanjutkan dengan menuju desa terdampak erupsi gunung Merapi yaitu desa Ngargomulyo. Kegiatan di desa Ngargomulyo bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan erupsi gunung Merapi serta penguatan ekonomi masyarakat sekitar melalui bantuan peralatan pertanian. PT PCU Indonesia selaku Lembaga yang berjalan di bidang audit dan sertifikasi juga turut memberikan sosialisasi mengenai pertanian organik dan sertifikasi.

Kris Van Den Keybus selaku managing director PT PCU Indonesia berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat hingga tahap pemulihan ekonomi pasca bencana secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Politeknik Akbara Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp 300 Juta Dari Belanda Untuk Merapi

CHARITY

Tanggal 20 Februari 2021 bertempat di Balai Desa Tamanagung, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Dalam rangka memperingati 100 tahun hari jadi Peterson Control Union bekerja sama dengan Politeknik Akbara Surakarta menyelenggarakan acara “Charity for Suistainability of Merapi Eruptions Preparedness”.

Dengan menyerahkan donasi sebesar 18.800 euro berupa bantuan peralatan untuk kesiapsiagaan Merapi yang berkelanjutan. Serta melakukan penguatan TEA (tempat evakuasi akhir) dan kesiapsiagaan masyarakat terdampak bencana gunung Merapi.

Kegiatan charity tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 5 TEA desa penyangga di kabupaten magelang, 1 desa terdampak, BPBD Kab. Magelang, PMI Kab.Magelang, PMI Kota Surakarta, Politeknik Akbara Surakarta.

Menurut Kepala Pusdalops BPBD Kab. Magelang, kegiatan ini merupakan bukti bahwa segitiga biru dalam penanggulangan bencana berjalan, yakni antara pemerintah, akademisi dan dunia usaha. Cindy Silvia Hadi selaku perwakilan dari Peterson Control Union juga menyebutkan bahwa kegiatan ini tercetus dari hasil dari kajian akademik salah satu dosen Politeknik Akbara Surakarta mengenai historis kejadian erupsi gunung Merapi.

Baca juga : Gugah Solidaritas Penyintas ke Pasien Covid-19, Wapres Resmi Canangkan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen

Bantuan yang diberikan antara lain adalah perlatan untuk mendukung penyintas disabilitas seperti kursi roda, walker, pispot duduk; peralatan untuk mendukung manajemen logistik seperti rak logistik, freezer, trolly/handtruck.

Peralatan untuk penanggulangan bencana lainnya seperti chainsaw, tandon air, kipas angin, lampu sorot, tandu lipat, sepeda motor bak roda tiga, handy talkie, genset, spayer, serta alat ibadah.

Menurut Panji Ardhana Respati selaku kepala program studi manajemen penanggulangan bencana politeknik akbara Surakarta, bantuan tersebut merupakan hasil dari penilaian yang dilakukan oleh tim prodi MPB politeknik akbara yang didasarkan oleh kajian akademik dalam manajemen penanggulangan bencana.

akbara dan Managing Director PT. PCU Indonesia Kris Van Den Keybus dan Jurrian Boer
Managing Director PT. PCU Indonesia Kris Van Den Keybus dan Jurrian Boer meninjau lokasi dan berinteraksi langsung dengan warga terdampak bencana erupsi Merapi di Desa Ngargomulyo, Kecamatan Magelang

Setelah Acara di TEA Tamanagung, kegiatan dilanjutkan dengan menuju desa terdampak erupsi gunung Merapi yaitu desa Ngargomulyo. Kegiatan di desa Ngargomulyo bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan erupsi gunung Merapi serta penguatan ekonomi masyarakat sekitar melalui bantuan peralatan pertanian. PT PCU Indonesia selaku Lembaga yang berjalan di bidang audit dan sertifikasi juga turut memberikan sosialisasi mengenai pertanian organik dan sertifikasi.

Kris Van Den Keybus selaku managing director PT PCU Indonesia berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat hingga tahap pemulihan ekonomi pasca bencana secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *