Surakarta, 9 Maret 2026 — Politeknik Akbara Surakarta bersama para stakeholder Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) se-Soloraya mengadakan Diskusi Konsultatif Draft Peta Jalan SPAB Nasional 2026–2029.
Kegiatan ini bertujuan memastikan pembaruan dokumen Peta Jalan SPAB selaras dengan dinamika kebutuhan di lapangan, perkembangan kebijakan terbaru, serta upaya peningkatan kualitas implementasi program di seluruh wilayah.
Pertemuan yang difasilitasi oleh Politeknik Akbara Surakarta bersama Save the Children Indonesia, Palang Merah Indonesia, BPBD se-Soloraya, Dinas Pendidikan, Kanwil Kemenag, serta para guru, menghadirkan 35 pemangku kepentingan kunci.
Peserta berasal dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Guru Pembina PMR, Layanan Inklusi Disabilitas PB (LIDi PB) BPBD Jawa Tengah, BPBD Kota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar, Pusat Studi Bencana UNS, PMI se-Soloraya, relawan PMI, serta mahasiswa Prodi Manajemen Penanggulangan Bencana.



Isu dan Pembahasan Utama
Diskusi konsultatif ini membahas sejumlah aspek penting, antara lain:
- Evaluasi capaian Peta Jalan SPAB periode sebelumnya.
- Penetapan target lima tahun ke depan sesuai kebutuhan daerah.
- Kesesuaian rancangan peta jalan dengan kebijakan lokal.
- Tantangan dan peluang dalam implementasi SPAB di wilayah Soloraya.
- Beragam rekomendasi dari stakeholder terkait kebijakan, inovasi, hingga strategi pelaksanaan program.
Harapan dan Komitmen
Hasil dari pertemuan ini diharapkan menjadi masukan strategis bagi pemerintah dalam penyempurnaan Peta Jalan SPAB Nasional. Selain itu, rekomendasi yang dirumuskan diharapkan mampu mempercepat terwujudnya satuan pendidikan yang aman bencana di seluruh Indonesia, sehingga setiap anak dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
Politeknik Akbara Surakarta bersama Save the Children Indonesia dan Palang Merah Indonesia menegaskan komitmennya sebagai bagian dari konsorsium organisasi yang berfokus pada penguatan program SPAB. Melalui Program Studi D4 Manajemen Penanggulangan Bencana, kampus siap terus mendampingi implementasi peta jalan agar berdampak nyata dalam membangun ketangguhan sektor pendidikan di Indonesia.
